Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Menjaga kesehatan anak saat musim hujan

Written By gara on Sabtu, 02 Maret 2013 | 18.23


menjaga kesehatan anak saat hujan
Menjaga kesehatan anak saat musim hujan menjadi hal yang perlu diperhatikan.Apalagi jika ternyata anak kita rentan penyakit.Banyaknya penyakit "musim hujan" seperti demam,flu dan pilek yang gampang menular membutuhkan penangkal berupa daya tahan tubuh yang OK.

Jadi bagaimana kita harus menjaga kesehatan anak kita?Ada beberapa kiat yang bisa dilakukan.Berikut ulasannya.

1.Perhatikan pakaian anak.
Pakaikan baju, topi, sarung tangan, kaos kaki dan sepatu hangat pada bayi dan anak-anak ketika sedang melakukan kegiatan di luar rumah.
Disarankan untuk memakaikan lapisan pakain yang lebih tebal pada bayi dan anak kecil daripada orang dewasa dalam kondisi cuaca yang sama.Pemakaian selimut tebal dan bantal, kadang dapat menyebabkan Sindrom Kematian Bayi Mendadak sehingga dianjurkan untuk memakaikan baju berbentuk piyama hangat untuk bayi
 
Jika memang terpaksa harus menggunakan selimut, maka tepi selimut harus diselipkan di kasur, sehingga dapat dipastikan selimut hanya menutupi dada bayi dan tidak dapat menutupi wajah bayi dan mengurangi resiko Sindrom Kematian Bayi Mendadak.

2.Cuaca dingin sebenarnya tidak menyebabkan pilek atau flu. Tapi virus yang menyebabkan pilek dan flu cenderung lebih banyak muncul di musim penghujan atau udara dingin. Sehingga biasakan anak untuk menjaga daya tahan tubuh dengan makan makanan bergizi, istirahat yang cukup serta mencegah penyebaran pilek dan flu dengan selalu mencuci tangan, memakai masker dan membuang bekas tisu setelah bersin atau batuk ke tempat sampah dengan baik.
Nutrisi yang cukup, sesuai dengan usia, berat badan dan aktivitas anak anda akan meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit.

3.Tetapkan batas waktu yang wajar untuk bermain di luar rumah pada musim penghujan untuk mencegah hipotermia. Mintalah anak-anak untuk kembali secara periodik pada waktu tertentu untuk menghangatkan badan

4.Mengantar anak-anak ke sekolah dengan perlengkapan hujan yang tepat. Memiliki payung, jas hujan, dan sepatu bot hujan adalah suatu keharusan bagi anak-anak Anda selama hari-hari hujan untuk melindungi mereka dari hujan dan genangan air hujan yang mengalir di jalan-jalan, yang sangat mungkin terkontaminasi dengan berbagai bakteri.

5.Mengosongkan atau menutup wadah air. DBD (Demam berdarah Dengue) disebabkan adanya nyamuk berkembang biak di genangan air. Itulah mengapa perlu untuk mengosongkan atau menutupi wadah air di sekitar rumah untuk mencegah nyamuk berkembang biak di dalamnya, sehingga menurunkan risiko anak-anak Anda digigit.

6.Pastikan anak-anak Anda hanya minum air bersih. Sejumlah penyakit, seperti diare dan kolera, yang disebabkan oleh asupan air yang terkontaminasi. Selalu pastikan bahwa anak-anak minum air yang bersih dan aman untuk menghindari infeksi dan tertular penyakit dari bakteri udara.

7.Membimbing dan mengajari anak-anak mencuci tangan yang benar dapat membantu melindungi mereka dari kuman dan infeksi virus ditularkan melalui kontak dengan orang yang terinfeksi.

8.Carilah saran dari dokter tentang vaksinasi untuk anak-anak Anda. Bawa anak-anak Anda ke dokter dan mencari rekomendasi untuk mendapatkan vaksinasi yang tepat guna meningkatkan sistem kekebalan tubuh mereka terhadap penyakit anak pada umumnya. 



selengkapnya: seputar-ibu-anak.
18.23 | 0 komentar

Sakit Kepala Pada Balita


Sakit Kepala Pada Balita

sakit-kepala-balitaSakit kepala sering dialami oleh semua orang, dari balita hingga dewasa. Namun masalahnya jika si balita yang sakit kepala, akan susah untuk menguraikannya. Karena, umumnya balita belum bisa menjelaskan secara detail,  sebelah mana persisnya yang sakit, kayak apa jenis sakitnya, dan lainnya. Bukankah ada banyak karakteristik sakit kepala dan bisa menjadi petunjuk terhadap penyakit penyebabnya?
Memang dokter  yang sabar dan teliti, umumnya bisa memancing anak dengan aneka pertanyaan seputar apa yang dirasakan anak dengan “pusingnya” itu. Tapi , ya, itu tadi, anak kerap sulit menjelaskan karena ia memang belum mampu. Sebetulnya , orang tua bisa membantu memberi info pada dokter, dari pengamatan di rumah dan pertanyaan pada si kecil, supaya diagnosa dokter bisa lebih tepat. Kalaupun dianggap perlu, untuk mempertegas diagnosa, dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan seperti scanning atau EEG (elektroensefalografi) . tentu saja pemeriksaan yang tidak murah ini dilakukan bergantung kepada berat ringannya keluhan.
Yang jelas, sakit kepala merupakan gejala yang bisa disebabkan banyak hal. Bisa karena adanya infeksi pada tubuh, racun dalam tubuh, trauma mekanik, alergi, atau adanya tumor di kepala. Kalau faktor psikis, jarang terjadi. Karena pada anak, jika ia stress, responnya lebih bersifat spontan. Artinya , tak seperti orang dewasa yang melalui “proses berpikir” . Anak stress, biasanya bentuknya lebih mengarah pada kelainan seperti sulit makan, muntah atau sakit perut.
Tapi apapun penyebabnya, sebaiknya jangan anggap remeh jika si kecil mengeluh sakit kepala. Lebih baik konsultasikan ke dokter agar bisa segera ditangani dengan tepat apabila ternyata penyebabnya memang serius.

Pertolongan Pertama
Sebagai pertolongan pertama di rumah, berikan obat yang mengandung parasetamol. Memang , parasetamol lebih kerap digunakan untuk menurunkan panas. Akan tetapi, sebenarnya obat ini juga memberikan efek menghilangkan rasa sakit.
Bisa juga diberikan ibuprofen. Yang patut diingat, obat-obatan ini hanya menghilangkan gejala dan sifatnya untuk pertolongan pertama saja. Jadi, bila sakit kepala tak juga reda, segera bawa anak ke dokter !

Ragam Penyebab Sakit Kepala
Infeksi Kuman
Ini yang paling banyak. Gara-gara adanya racun yang dihasilkan kuman yang berada dalam darah, akhirnya mengenai otak. Sebelum darah masuk ke daerah otak, memang akan ada pelindung yang disebut blood rain barrier . Fungsinya, menyaring zat dalam darah yang akan masuk ke daerah otak. Ada kalanya barrier berhasil mencegah kuman masuk ke otak, tapi gagal mencegah masuknya toksin dari kuman. Ini yang kerap menimbulkan sakit kepala kala mengalami infeksi pada tubuh.
Infeksi ringan dengan salah satu gejalanya sakit kepala, diantaranya flu dan radang tenggorok. Sementara infeksi sedang yang bisa menjadi berat adalah demam tifoid, demam berdarah, dan infeksi selaput otak. Yang perlu dicatat, bila sakit kepala disertai demam dan penurunan tingkat kesadaran, segera bawa ke dokter karena ada kemungkinan infeksi mengenai daerah sistem saraf pusat.

Gangguan Metabolik
Yang sering terjadi adalah rendahnya kadar glukosa dalam darah. Seperti diketahui, glukosa dalam darah merupakan salah satu sumber tenaga. Jika anak tak sempat sarapan, misal, kadar gula dalam darah jadi rendah. Di lain pihak, tubuh dan otak bekerja terus dan membutuhkan glukosa sebagai bahan bakar metabolismenya. Nah, karena kadar gula dalam darahnya kurang, muncul sakit kepala. Sering juga disertai perasaan mau pingsan, keringat dingin, dan kulit jadi tampak pucat.
Gangguan lain yang juga kerap terjadi adalah anemia. Kita tahu, untuk metabolisme otak, diperlukan asupan zat asam (oksigen), yang dibawa oleh hemoglobin (sel darah merah) melalui aliran darah. Nah , pada anak penderita anemia, kadar hemoglobinnya rendah, sehingga sarana pengangkut zat asam ke jaringan otak pun berkurang. Karenanya, terjadilah sakit kepala. Gejala ini ada terus-menerus dari hari ke hari, walaupun biasanya tak bertambah berat. Pasalnya, anemia bersifat kronik, sehingga gejala sakit kepalanya juga kronis.
Umumnya, di Indonesia dan Negara-negara berkembang, anemia pada anak yang paling banyak ditemui, disebabkan kekurangan zat besi. Banyak faktor yang menyebabkan terjadi kekurangan zat besi. Banyak faktor yang menyebabkan terjadi kekurangan zat besi, antara lain pertumbuhan anak yang cepat sekali, pola makan kurang tepat, penyakit infeksi, gangguan penyerapan zat besi, dan perdarahan di saluran cerna akibat penyakit kelainan usus ataupun oleh karena infeksi cacing tambang dan parasit lainnya.
Gejala anemia tergantung dari berat-ringan penyakitnya. Anemia ringan, biasanya menimbulkan gejala pucat, lesu, lelah dan pusing. Sedangkan anemia tingkat berat, akan mengganggu fungsi jantung dan menimbulkan gejala sesak napas, berdebar-debar, bengkak di kedua kaki, hingga gagal jantung.
Bila gejala anemia berlangsung dalam jangka waktu relatif lama dapat mengakibatkan berbagai gangguan organ dan sistem pada tubuh anak. Diantaranya , gangguan pertumbuhan organ, seperti tubuh anak tampak kecil dibanding usianya, gangguan otot gerak, hingga anak     cepat lelah dan lesu, gangguan sistem kekebalan tubuh, hingga anak mudah sakit, gangguan jantung, yaitu berkurangnya kemampuan jantung untuk memompa darah, dan gangguan fungsi kognitif, antara lain kurang mampu belajar dan kemampuan intelektualnya berkurang.
Bahkan, jika kekurangan zat besi berlangsung lama, misal, terjadi sejak usia bayi dan tak dilakukan pengobatan sampai anak usia 2 tahun, ini bisa menyebabkan gangguan mental. Bila anak sampai mengalami gangguan mental, maka sifatnya akan menetap atau tidak bisa diubah, meski anemianya sudah teratasi.
Oleh karena itu, seringan apa pun, anemia harus segera diatasi. Selain dengan mengatasi penyebabnya, juga  lewat obat-obatan. Pada anemia ringan, antara lain dengaan pemberian suplementasi atau preparat besi, yaitu sulfas ferosus, sampai kadar hemoglobinnya kembali normal. Namun bila sudah mengganggu seperti anak pucat sekali dan kadar HB-nya turun  hingga menimbulkan gangguan jantung, misal, harus dilakukan transfusi darah.
Sementara pencegahan dilakukan secara holistik, dalam arti menyeluruh. Kita harus memonitor secara rutin tiap bulannya dengan melihat BB dan TB anak, melakukan imunisasi, serta melihat kondisi kesehatan anak secara umum.  Selain sakit perut, diare atau muntah-muntah anak yang mengalami keracunan juga bisa menyebabkan pusing.

Sumber : nakita
06.31 | 0 komentar

Pencarian Ibu dan Bayi

Bayi Dan Anak

My Facebook